GEOGRAPHY DISCUSSION FORUM 2

GEOGRAPHY DISCUSSION FORUM 2

Penulis : Ihsan Awal Laksono (2304983)

Editor   : Muhamad Hasanul Ma’arif (2207923)

Gambar 1 Poster Geography Discussion Forum 2

Sebuah diskusi lahir dari sebuah ketidakpuasan terhadap suatu hal. Diskusi datang menjadi sebuah solusi dimana terjadi banyaknya kebingungan. Diskusi hadir sebagai sarana berkembang, sebagai sarana berekspresi juga sebagai sarana menambah literasi. Terbukanya pikiran dan tersebarnya informasi menjadi tujuan utama adanya forum-forum diskusi.

Kegiatan Geography Discussion Forum 2 atau yang biasa kita sebut GDF 2 merupakan salah satu dari 4 kegiatan Geography Discussion Forum. Geography Discussion Forum 2 merupakan kegiatan yang dirancang sebagai penyedia tempat dan ruang bagi pengurus Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi (HMPG) agar dapat memahami Visi dan Misi Ketua BEM HMPG FPIPS UPI seperti temanya yaitu “Visi Misi dalam Aksi”.

Pada hari Senin, 7 Oktober 2024, Departemen Sosial dan Politik BEM HMPG FPIPS UPI, telah menyelesaikan kegiatan Geography Discussion Forum 2. Kegiatan ini dilaksanakan di belakang Gedung University Center, Universitas Pendidikan Indonesia, Kota Bandung. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi periode 2024-2025. Kegiatan Geography Discussion Forum 2 terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan dimulai penyambutan, sesi diskusi hingga penutupan dengan diserahkannya sertifikat kepada pemantik. Geography Discussion Forum 2 merupakan sebuah keterbaruan dan solusi yang diberikan oleh Departemen Sosial dan Politik mengenai urgensi perihal masih minimnya pemahaman pengurus BEM HMPG FPIPS UPI mengenai visi dan misi Ketua BEM.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah :

  1. Terbukanya banyak pendapat mengenai Visi dan Misi Ketua BEM
  2. Memahami Visi dan Misi Ketua BEM secara utuh dan jelas
  3. Memperkuat minat berdiskusi pengurus BEM HMPG FPIPS UPI
  4. Memperdalam kritis berpikir dan literasi

Kegiatan Geography Discussion Forum 2 dilaksanakan pada pukul 15.30 – 18.00 WIB. Rangkaian acara dimulai dari dibukanya acara oleh Master of Ceremony. Setelah MC telah membuka acara MC menyerahkan acara kepada moderator sebagai pemandu  alur diskusi. Geography Discussion Forum kali ini menghadirkan 1 pemantik hebat serta 2 moderator yang mampu dengan baik membawa alur diskusi yaitu :

  1. Kang Ismail Nurul Hakim
  2. Kang Rafi Nuha Fadlillah
  3. Kang Ihsan Awal Laksono

Gambar 2 Kang Ismail Nurul Hakim selaku pemantik

Diskusi dimulai dengan dibukanya sesi ini oleh moderator 1 yaitu, Kang Ihsan Awal Laksono. Paper mengenai Visi dan Misi Ketua BEM HMPG FPIPS UPI yang telah dibagikan sebelumnya dipersilahkan oleh moderator untuk dibaca oleh seluruh peserta, serta moderator meminta peserta untuk memahami kata demi kata dari Visi dan Misi tersebut. Setelah dirasa cukup, moderator bertanya kepada para peserta, mengenai pendapat mereka perihal tagline Visi dan Misi yaitu Karya Nyata dan Rasa. Disini diskusi terasa sangat hangat, dimana tiap-tiap departemen suaranya diwakilkan oleh orang-orang yang telah mereka pilih. Setelah diskusi mengenai tagline ini usai, moderator 2 yaitu Kang Rafi Nuha Fadlillah mencoba untuk menarik benang merah perihal diskusi tersebut, penarikan benang merah ini sekaligus sebagai pemberian alur dari moderator kepada pemantik diskusi yaitu Kang Ismail Nurul Hakim. 

Gambar 3,4,5 Sesi diskusi

Kang Ismail Nurul Hakim selaku pemantik memberikan banyak pemahaman terlebih dahulu kepada para peserta Geography Discussion Forum 2 ini. Seperti dibaginya sesi diskusi dengan dipilihnya kata utama dalam setiap poin pada visi dan misi, memberikan kembali penjelasan mengenai tag line, juga memberi pemahaman mengenai bagaimana visi dan misi ini bisa terbentuk.

Nampaknya setelah pemantik memberikan banyak pemahaman, hal ini memantik para peserta untuk berani berargumen dan mengaspirasikan pendapatnya. Banyaknya argumen pada sesi ini tak terhitung banyaknya, diskusi berjalan dengan begitu ceria dan hangat, tawa dan canda menyertai kegiatan diskusi bersama pemantik. Pemantik pada awal diskusi memfokuskan untuk membahas mengenai Visi. Penjelasan Visi dikupas secara tuntas, dengan cara yang unik mampu dikemas kedalam bentuk diskusi hingga memberikan pemahaman baru terhadap peserta mengenai Visi Ketua BEM HMPG FPIPS UPI. Setelah Visi dianggap sudah cukup untuk dibahas, pemantik melanjutkan sesi diskusi pada Misi, penjelasan pada misi ini memberikan banyak pemahaman baru kepada peserta, pada sesi ini diberikan banyak pesan terkait tujuan misi-misi yang tertera ini apa, untuk apa misi ini dibuat dan dipilih untuk dicantumkan, dan bagaimana langkah BEM HMPG FPIPS UPI periode 2024-2025 untuk menjalankan misi-misi tersebut agar dapat mencapai visi. Pada akhir sesi ini merupakan sesi yang menyentuh hati, dimana para peserta yang merupakan pengurus BEM HMPG FPIPS UPI periode 2024-2025 menyatukan semangat, menyatukan tekad untuk bersama-sama menjalankan visi dan misi dalam setiap program kerja yang ada.  Tak terasa sesi diskusi sudah berakhir pada pembahasan misi. Pemantik kembali menyerahkan diskusi kepada moderator, setelahnya moderator pun menyampaikan benang merah mengenai diskusi terkait Visi dan Misi tadi sebelum diserahkan kembali kepada MC untuk penutupan. Sebelum acara ditutup, dilakukan penyerahan sertifikat terlebih dahulu kepada Pemantik yaitu Kang Ismail Nurul Hakim oleh Ketua Pelaksana Geography Discussion Forum. Setelahnya acara ditutup oleh MC.

Gambar 6 Penyerahan sertifikat

Kegiatan Geography Discussion Forum 2 dapat memberikan banyak manfaat untuk banyak pihak, khususnya Pengurus Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geography periode 2024-2025, diharapkan program kerja sebagai pemahaman arah berjalannya organisasi seperti ini dapat terus dilakukan pada periode-periode selanjutnya, yang dimana organisasi bukanlah tujuan perseorangan namun merupakan tujuan bersama-sama dan bersama-sama pula untuk menggapainya.

Gambar 7 Foto bersama

    “Menjadi murid zaman sekarang ini dilukiskan adalah dua, dilukiskan dua. Satu, untuk terus ikut menjadi pelopor daripada revolusi kita sekarang ini. Kedua, untuk menjadi tidak mutlak dalam pelatihan.”

-Bung Karno.