Notulensi PKM-R dan PKM-K (PAK HEMPRI) Kegiatan PKM CAMP 2021

Penulis : Shifa Nur Azizah & Vina Aulia N
Editor: Ahmad Nurdiansyah(2006589)

  • Dalam rangka Pengembangan Ekosistem Pembinaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Kegiatan PKM-CAMP. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 6-7 November 2021 secara luring di Hotel Grand Tjokro, Bandung. Diikuti oleh 57 mahasisa perwakilan dari enam program studi di Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Sosial di Universitas Pendidikan Indoneisa (UPI), yaitu Pendidikan Geografi, Sains Informasi Geografi, Survey Pemetaan Informasi Geografi, Pendidikan Sosiologi, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Pariwisata, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Ilmu Pendidikan Agama Islam. Selain diikuti oleh para mahasiswa, kegiatan ini juga diikuti oleh para dosen dari Departemen Pendidikan Geografi dan dosen Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Dalam rangka pengembangan PKM, diadakan dua jenis kegiatan di PKM-CAMP ini, yaitu pematerian dan sesi coaching PKM bersama dengan tiga reviewer PKM nasional dari UGM sebagai narasumber yaitu Suherman, S.Si., M. Sc., Ph. D., Dr. Hempri Suyatna, S. Sos., M. Si., dan Dr. Eng. Fahrudin Nugroho, S. Si., M. Si. Pada kegiatan di hari pertama, dilakukan pematerian PKM dalam tiga sesi yang masing-masing sesi diisi oleh pematerian dari ketiga narasumber. Pada sesi pertama, kegiatan pematerian diisi oleh Suherman, S. Si., M. Sc., Ph. D., membahas mengenai pengembangan ekosistem pembinaan mahasiswa sampai ke PIMNAS. Selanjutnya pada sesi kedua, kegiatan pematerian diisi oleh Dr. Hempri Suyatna, S. Sos., M. Si., membahas mengenai tips dan trik menyusun proposal PKM 5 bidang layak didanai. Terakhir pada sesi ketiga, diisi oleh Dr. Eng. Fahrudin Nugroho, S. Si., M. Si., membahas mengenai tips dan trik menyusun proposal PKM (GFK-GT-AI) layak didanai. Selain dilakukan kegiatan pematerian, ada pula sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber.
  • Pada hari kedua, kegiatan PKM-CAMP diisi dengan sesi coaching PKM. Sesi coaching PKM ini diperuntukkan untuk dosen dan mahasiswa sebagai peserta. Mahasiswa dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan bidang PKM nya masing-masing, yaitu kelompok PKM-K dan PKM-R bersama dengan dosen pendamping Dr. Hempri Suyatna, S. Sos., M. Si. Beliau adalah dosen di program studi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan FISIPOL UGM dan sebagai reviewer nasional Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sejak tahun 2016. Pada kelompok kedua yaitu kelompok PKM-KC, PKM-PI, PKM-AI, PKM-PM, PKM-GT, dan PKM-GFK bersama dengan dosen pendamping Dr. Eng. Fahrudin Nugroho, S. Si., M. Si.
  • Sesi coaching PKM bersama mahasiswa yang diisi dengan kegiatan tanya jawab sekaligus konsultasi ide PKM, menghasilkan beberapa hasil disuksi dan pembahasan. Azhari Alkautsar, sebagai salah satu peserta bertanya dan berkonsultasi dengan dosen pendamping terkait idenya, “Saya pernah mengikuti PKM-RE namun tidak lolos pendanaan. Saya mengevaluasi PKM sebelumnya, entah karena kualifikasi rumpun ilmu atau lainnya, maka berpindah ke PKM-RSH. Karakteristik PKM-RSH yang berkaitan dengan indikator geografis dan sosial, seperti kesenjangan dan pengangguran. Kemudian saya memiliki ide untuk PKM saya yaitu tentang vandalisme. Saat masa PPKM darurat, banyak mural-mural yang memberi kritik kepada pemerintah dan saya ingin menunangkan ide tersebut pada informasi geospasial. Lokasi sebaran lukisan vandaslime dalam visualisasi spasial dalam informasi geospasial berbasis storymap. Ide ini bertujuan untuk mencari informasi baru dan memberikan informasi kepada masyarakat terkait perbedaan fenomena mural atau vandalisme, dan coret-coretan. Kemudian apakah diperbolehkan mengutip sumber dari berita-berita online nasional. Dengan ide saya tersebut, saya meminta pendapat atau saran dari bapak. Terimakasih.” Dr. Hempri Suyatna, S. Sos., M. Si. kemudian menanggapi pertanyaan tersebut bahwa, “Ide PKM-nya sudah bagus dan berkiatan dengan rumpun ilmu, lebih baik dapat merekrut anggota yang ilmunya ilmu sosial atau desain. Sebagai sumber pustaka dalam PKM-RSH diperbolehkan mengutip sumber dari berita-berita online nasional, maksimal 2 saja dan sisanya dari jurnal.”
  • Kemudian membahas mengenai PKM-K bahwa PKM-K yang identik dengan hasil produk olahan makanan atau minuman yang sudah banyak dibuat dan terkesan membosankan. Dr. Hempri Suyatna, S. Sos., M. Si. Menyarankan kepada para tim PKM yang memiliki hasil produk makanan atau minuman di PKM-K untuk diganti judul atau diganti tujuan ke PKM-PM. Berkaitan dalam penyusunan proposal yang berkaitan dengan keheterogenan anggota, jika ide atau konsep dalam PKM-nya cukup diisi oleh satu atau dua anggota dengan program studi yang berbeda maka tidak apa-apa. Jika dalam PKM nya melibatkan permasalah sosial seperti kesenjangan, kemiskinan dan lainnya maka dapat melibatkan anggota dari program studi ilmu-ilmu sosial. Selanjutnya berkaitan dengan PKM-K yang menghasilkan produk makanan atau minuman, jika ingin dipasarkan maka harus mencantumkan lisensi dari BPOM. Jika tidak akan dipasarkan atau saat sedang pelaksanaan PKM, maka tidak harus mencantumkan lisensi BPOM. Pelaksanaan kegiatan PKM tidak boleh dilakukan sebelum proposal PKM didanai, harus dilakukan setelah proposal PKM lolos didanai karena terdapat rincian biaya pemasukan dan pengeluaran yang harus dirinci secara tepat. Kemudian berkaitan dengan pembuatan judul PKM, diperbolehkan menggunakan bahasa asing namun jika menggunakan sepenuhnya bahasa asing, maka dapat dipertimbangkan lagi. Penggunaan Bahasa Indonesia relevan lebih baik, apabila terpaksa lebih baik di italik saja. Jika keseluruhan judul bisa menggunakan Bahasa Indonesia, maka gunakan saja. Dapat juga menggunakan bahasa asing yang merupakan kata serapan ke Bahasa Indonesia. Dalam proposal PKM juga tidak diperbolehkan mencantumkan nama suatu organisasi atau himpunan. Kemudian berkaitan dengan batasan jumlah responden sebagai bahan penelitian, tidak ada batasan dalam jumlah namun wajib menggunakan metode dan perhitungan sampel baik kuantitatif atau kualitatif. Selain hal-hal di atas, nyatanya masih banyak tim yang salah memilih ‘kamar’ untuk PKM-nya. Dalam menentukan judul atau tema yang seringkali salah kamar, Dr. Hempri Suyatna, S. Sos., M. Si. Menyarankan agar setiap tim mengetahui terlebih dahulu karakteristik, tujuan, dan luaran dari masing-masing bidang PKM. Seperti PKM-K yang mana tim adalah menjadi wirausahanya dan PKM-PM yang bertujuan untuk mendorong masyarakat (kelompok mitra) untuk berwirausaha. Lalu jika terjadi keterulangan judul namun luarannya berbeda, Dr. Hempri Suyatna, S. Sos., M. Si. juga menyarankan agar setiap tim mencari judul yang sudah lolos pimnas agar dapat meminimalisir keterulangan. Selanjutnya dalam PKM-AI yang paling penting dalam penulisan isi proposal atau tulisan ilmiah adalah kontribusi saintifiknya. Untuk mencari judul PKM-AI selain dari google, dapat juga mencari dari research get. Dalam PKM-R, suatu riset merupakan keterbaruan atau analisis yang lebih mendalam dari sisi kumulasi analisis statistik. Jika belum ada hasil data dari kerja lapangan yang sudah dihasilkan sendiri, maka hasil riset dapat menjadi narrative review.

Doc. Penulis