Nasionalisme dan Agama

Hadlratusy Syaikh  KH. Hasyim Asy’ari pernah berkata “Agama dan Nasionalisme adalah dua kutub yang tidak bersebrangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama, dan keduanya saling menguatkan”.

Di Indonesia, jika di kaitkan dengan agama, terdapat dua pandangan mengenai faham nasionalisme ini. Yang pertama adalah faham yang dengan tegas menolak faham nasionalisme dan yang kedua adalah faham yang memandang bahwa nasionalisme merupakan bagian dari agama. Akibat adanya dua pandangan yang berbeda inilah, perlu dirasa adanya kajian mengenai apa sebenarnya nasionalisme itu dan bagaimana kaitannya dengan agama.

Atas dasar itu, pada tanggal 15 Agustus 2016 Departemen Kerohanian Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi UPI membuat sebuah kajian yang betemakan “Nasionalisme Dalam Aspek Geografi”. Acara ini memiliki tujuan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa pendidikan geografi, khususnya para pengurus BEM tentang hubungan antara nasionalisme dan agama serta peran nasionalisme dalam menumbuhkan kecintaan terhadap negara.

Kajian ini dihadiri oleh sekitar 50 orang mahasiswa yang berasal dari perwakilan setiap departemen. Pembicara utama dalam acara ini adalah Muhammad Guntur Purwanto yang merupakan Presiden BEM REMA UPI periode 2016 – 2017. Melalui materinya, Kang Guntur mencoba menjelaskan bahwa tidak ada yang salah dengan nasionalisme, tapi yang salah selama ini adalah orang – orang yang berada dalam faham tersebut, beliau menyatakan “nasionalisme itu faham yang baik, hanya saja orang – orang yang ada di dalamnya yang buruk”. Beliau juga mengajak para pengurus BEM HMP Geografi untuk turut ambil bagian dalam pemerintahan, karena jika ingin merubah/memperbaiki sebuah sistem, kita harus terlebih dahulu masuk ke sistem tersebut.

Nasionalisme yang berkembang di Indonesia tentu berbeda dengan faham nasionalisme yang berkembang di negara – negara Amerika ataupun Eropa. Faham nasionalisme yang berkembang di Indonesia sudah berakulturasi dengan nilai – nilai agama, hal ini lah yang membedakan faham nasionalisme yang berkembang du dunia barat dengan nasionalisme yang berkembang di Indonesia.

Melalui kajian ini, diharapkan mahasiswa pendidikan geografi, khususnya pengurus BEM HMP Geografi UPI dapat lebih memahami bagaimana sebenarnya nasionalisme itu, apa dampak faham nasionalisme bagi pembangunan negara dan hubungan antara nasionalisme dan agama.

Acara kajian ini ditutup dengan pemberian sertifikat kepada Kang Muhammad Guntur sebagai pemateri, serta sesi foto bersama antara panitia penyelenggara dengan pemateri.

4
Penyerahan Sertifikat oleh ketua pelaksana
31
Sesi Foto Bersama Panitia Penyelanggara dengan Pemateri