Pengertian Laju Reaksi

Laju reaksi ialah perubahan konsentrasi dari produk atau reaktan dalam satu satuan waktu. Untuk mengetahui secara lengkap, memang dibutuhkan beberapa hal yang harus diketahui mendalam. Berikut ini akan dijelaskan tentang laju reaksi-pengertian, rumus, persamaan, teori, dan faktor yang mempengaruhi secara jelas dan lengkap.

Dengan memahami konsep laju reaksi, rumus, persamaan, teori dan faktornya maka diharapkan materi tentang laju reaksi dapat terserap dengan baik. Pemanfaatan laju reaksi ini juga akan sangat penting, utamanya bagi mereka yang ingin mendalami dunia kimia. Berikut adalah penjelasan tentang laju reaksi!

Laju Reaksi-Pengertian, Rumus, Persamaan, Teori, dan Faktor yang Mempengaruhi

Laju sendiri sangat erat kaitannya dengan waktu. Jika waktu yang dibutuhkan kecil, maka lajunya akan semakin besar. Sehingga ini berarti laju berbanding terbalik dengan waktu. Pengertian laju reaksi yang lainnya adalah sebuah laju penuruan atau sebaliknya yakni laju kenaikan. Sehingga ilmu ini digunakan untuk menunjukkan kecepatan suatu proses reaksi kimia.

Reaksi kimia sendiri adalah suatu proses untuk dapat mengubah zat (perekasi) kemudian menjadi zat yang baru. Istilah zat baru tersebut adalah produk. Laju reaksi dapat diartikan yaitu sebagai perubahan pada konsentrasi reaktan yang dihitung per satuan waktu. Untuk reaksi dengan reaktan A dan B misalnya, akan menghasilkan produk C serta D. Berikut ini penjelasan mengenai laju reaksi:

A dan B merupakan pereaksi, dimana laju perubahan konsentrasinya bernilai positif. Persamaan laju reaksi di atas digunakan untuk memperoleh v atau laju reaksi dengan satuan internasional M s-1 atau bisa ditulis dengan mol L-1 s-1.v

Memahami Persamaan Laju Reaksi

 

Persamaan laju atau dikenala dengan hukum laju menyatakan sebuah hubungan antara laju reaksi dibandingkan dengan konsentrasi reaktan, dimana konsentrasi ini dipangkatkan pada bilangan tertentu. Sebagai contoh, aA + bB → cC + dD hukumnya yaitu:

Untuk memahaminya, k adalah nilai konstanta laju tersebut. Kemudian x dan y dapat diketahui melalui eksperimen dan bukan dari perhitungan kimia atau stoikiometri pada persamaan kimia setara. Untuk reaksi itu, dapat dikatakan bahwa reaksi orde x pada A, order y pada B, dan reaksi total sama dengan x ditambahkan y.

Teori Tumbukan

Teori tumbukan berbunyi bahwa partikel reaktan haruslah saling bertumbuk. Tumbukan inilah yang menjadi kunci terjadinya menghasilkan reaksi. Tumbukan yang terjadi antar artikel reaktan akan menghasilkan reaksi. Inilah yang kemudian disebut dengan tumbukan efektif. Energi minimum wajib dipunyai oleh partikel reaktan, sehingga tumbukan dapat terjadi secara efektif. Hal ini disebut dengan energi reaktif.

Laju reaksi bergantung pada :

Orientasi tumbukan

Jika melihat pada reaksi umumnya, partikel wajib dalam orientasi atau arah tertentu yang mana sehingga akan menimbulkan tumbukan efektif. Sebagai contoh, dapat dilihat dalam tumbukan yang mungkin terjadi antara gas NO dengan gas NO3 pada reaksi NO(g) + NO3(g) → 2NO2(g)

  1. Frekuensi terjadinya tumbukan partikel

Peluang terjadinya tumbukan efektif dipengaruhi oleh besar kecilnya frekuensi tumbukan yang ada. Makin seringnya tumbukan partikel yang ada, maka makin besar peluang terjadinya tumbukan efektif. Dengan demikian, maka laju reaksi akan semakin cepat pula.

  1. Energi pada partikel reaktan yang mengalami tumbukan

Energi partikel reaktan yang mengalami tumbukan harus dapat melebihi energi aktivasi. Dengan begitu akan menyebabkan reaksi tersebut dapat terjadi. Jika energi aktivasinya kecil, maka laju reaksinya menjadi semakin cepat.

Faktor-faktor yang Mempegaruhi Adanya Laju Reaksi

Terjadinya suatu laju reaksi ada karena beberapa faktor yang mempengaruhi. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Konsentrasi Reaktan

Dalam hal ini, makin tinggi konsentrasi dari reaktan maka akan makin banyak jumlah partikel reaktan yang mengalami pertumbukan. Kemudian dari hal tersebut akan menyebabkan semakin tingginya frekuensi yang terjadinya tumbukan dan kemudian berakibat lajunya semakin meningkat.

Misalnya, pada reaksi korosi besi yang terjadi diudara, laju reaksi korosi besi tersebut lebih besar atau tinggi jika berada pada udara yang tingkat kelembabannya tinggi. Hal inilah yang membuktika bahwa tinggi konsentrasi reaktan berbanding lurus dengan banyaknya jumlah partikel reaktan.

  1. Wujud fisik reaktan

Apabila reaktan yang berekasi pada wujud fisik atau fase yang sama, semua gas atau semuanya berbentuk cair, maka dapat disimpulkan bahwa tumbukan antar partikel didasari pada gerak acak termal pada partikel.

Apabila reaktan yang bereaksi memiliki wujud fisik atau fase yang berbeda, maka tumbukan yang efektif terjadi hanya pada part atarfasa. Maka dari itu, reaksi dengan reaktan yang berbeda fasa dibatasi dengan adanya luas permukaan kontak reaktan.

Dapat disimpulkan bahwa makin luas permukaan kontak reaktan tiap unit volum, maka makin tinggi frekuensi yang terdapat pada terjadinya pertumbukan partikel. Contohnya, reaksi pembakaran kayu yang terjadi akan semakin gampang dan mudah terbakar kayu gelondongannya jika telah dipotong menjadi bagian kecil kecil dibandingkan membakar kayu gelondong tersebut secara langsung.

  1. Suhu

Suhu juga memiliki peran dalam mempengaruhi suatu laju reaksi. Jika suhu di suatu reaksi yang akan berlangsung lalu suhu kemudian dinaikkan, maka hal tersebut akan membuat sebuah partikel itu menjadi aktif bergerak. Sehingga hal tersebut akan menyebabkan tumbukan yang berlangsung menjadi semakin sering, yang mana berdampak pada makin besarnya laju reaksi yang ada.

Hal tersebut kemudian terjadi sebaliknya pula. Jika suhu diturunkan, maka yang terjadi adalah partikelnya tidak akan aktif lagi. Ketidakatifan partikel tersebut akan menyebabkan laju reaksi yang terjadi makin kecil pula.

  1. Tempratur

Makin tinggi tempratur yang ada maka makin tinggi pula energi kinetik dari partikel reaktan, yang mana menjadikan frekuensi tumbukan dan juga energi tumbukannya menjadi meningkat. Maka dari itu, semakin tinggi tempraturnya maka semakin tinggi pula laju reaksinya.

Dapat dilihat contoh pada glowing stick yang menyala (reaksi chemiluminescence). Glowing stick tersebut akan menyala dengan cepat dan juga semakin terang apabila dimasukan dalam air panas dibandingkan jika dimasukan pada air dingin.

  1. Keberadaan katalis

Katalis iaah zat yang bisa membuat laju reaksi semakin cepat, tanpa perlu terkonsumsi pada reaksi tersebut. Katalis dapat menyediakan alternatif untuk jalur reaksi dengan energi aktivasi yang lebih kecil apabila dibandingkan dengan jalur reaksi non-katalis sehingga reaksinya dapat menjadi semakin cepat.

Setidaknya lima hal itulah yang mempengaruhi besar kecilnya laju reaksi. Dengan mengetahui faktor tersebut, hal itu dapat dimanfaatkan terkait dengan dibutuhkannya laju reaksi yang besar ataupun yang kecil. Kelimanya sangat penting dan saling mendukung satu sama lain.

Laju reaksi dengan pengertiannya dan juga rumusnya memang terlihat sukar dipahami. Namun dengan mempelajarinya dengan seksama, akan sangat mudah untuk menemukan suatu besaran laju reaksinya. Mengetahui perhitungan tentang laju reaksi akan sangat memudahkan kehidupan manusia pada banyak hal, utamanya pada bidang kimia. Semoga artikel ini bermanfaat!

Referensi :

https://duniapendidikan.co.id/
https://pendidikan.co.id/
https://pengajar.co.id/
https://www.ayoksinau.com/
https://pakdosen.co.id/
https://dolanyok.com/
https://hargaburung.id/
https://www.dosenmatematika.co.id/
https://merekbagus.co.id/
https://ngelag.com/
https://www.sudoway.id/
https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/
https://www.kakakpintar.id/
https://www.belajarbahasainggrisku.id/
https://ruangseni.com/

https://voi.co.id/

https://bootb.com/
https://excite.co.id/

https://newsinfilm.com/

https://www.kuliahbahasainggris.com/
https://www.sekolahbahasainggris.co.id/
https://www.ilmubahasainggris.com/
https://www.dulurtekno.co.id/
https://teknosentrik.com/