Geography Islamic Fair 2021 – START UP: Reboost Our Precious Life

Penulis : Gunawan Wijacksono, Lathifa Zahrah

Editor : Daffa Fauzan

Doc.Penulis

Ahad (17/01/2021) – Departemen Kerohanian melaksanakan kegiatan Geography Islamic Fair hari kedua melalui media Zoom meeting dan  live Youtube HMG FPIPS UPI. Kegiatan diawali oleh MC dengan menanyakan kesan selama mengikuti perlombaan yang diadakan pada acara kali ini, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Pematerian Kedua ini diisi oleh Kak Medya Sefira, pada kesempatannya beliau membahas tema mengukuhkan sikap dan karakter umat islam dalam mengahadapi wabah  dengan isi pematerian yang berbeda dari acara sebelumnya yang diisi oleh Kang Edgar Hamas, beliau lebih menjelaskan bagaimana membangun karakter kita selama masa pandemi terutama dalam mengahadapi sikap malas yang sering melanda kita selama ini.

Sebelumnya beliau mengajukan pertanyaan “di dunia ini kita ngapain sih?” Pertanyaan ini sangat penting kita ketahui, karena bila suatu waktu jika kita dalam keadaan down dimana keimanan itu kadang up kadang down, nah pada saat dalam keadaan down tersebut agar tidak terlalu lama menurunya tingkat keimanan kita, kita harus tahu apa tujuan dan keinginan yang akan kita lakukan. Dunia merupakan kendaraan menuju akhirat, kita tidak bisa mengabaikan kehidupan dunia dan hanya mementingkan kehidupan akhirat, kita harus mampu memanfaatkan kehidupan dunia ini untuk bekal di akhirat kelak. Jika dilihat dari fenomena saat ini bahwasannya banyak dari kita yang tidak bisa memanfaatkan waktu luang, sehingga menimbulkan kemalasan.

Pada pengantarnya beliau mengutip perkataan Ibnu Qoyim “Anda dapatkan pemalas adalah orang yang sering merasa cemas, galau, sedih, tidak senang, dan gembira. Lain halnya dengan orang yang rajin dan energik”. Adapun malas maka akan melahirkan sifat menyia-nyiakan waktu, berlebihan, tidak mendapatkan apapun, dan penyesalan yang sangat parah.  Hal itu akan menafi kan sifat keinginan dan kekuatan yang keduanya merupakan buah dari ilmu. Sesungguhnya apabila seseorang mengetahui bahwa kesempurnaan dan kenikmatannya pada sesuatu tentu akan mencarinya dengan usaha dan keinginan yang kuat, karena setiap orang akan selalu berusaha untuk menggapai kesempurnaan diri dan kelezatan lainnya. Poin yang beliau tekan disini bahwa kita harus bisa mengatur proporsi setiap ibadah yang kita kerjakan bukan hanya dengan melakukan ibadah saja tapi tidak memenuhi kebutuhan diri seperti makan, istirahat, tidur begitupun sebaliknya jangan hanya rebahan saja tapi tidak melakukan apapun.

Konsep menarik lainnya Kak Meyda juga memaparkan mengenai faktor penyebab rasa jenuh dan malas dalam beribadah. Pertama, Terlalu Berlebihan dalam Beribadah maksudnya adalah mengerjakan kewajiban dibatas kemampuan kita sehingga lalai dalam kebutuhan atau hak tubuh, maka kerjakan yang wajib-wajib dulu baru mengerjakan yang sunnah. Kedua, Panjang angan-angan maksudnya terlalu banyak berimajinasi sehingga mendahului takdir Allah atau bahkan berandai-andai, kita sebagai umat muslim harus mengikhlaskan segala yang sudah ditetapkan Allah, yang sudah terjadi biarlah terjadi sekarang bagaimana kita dalam mengevaluasi kejadian-kejadian sebelumnya supaya tidak terulang lagi kejadian yang kurang baik untuk kedepannya. Ketiga, meperturutkan hawa nafsu sehingga merusak qolbu, dimana Nabi Yusuf mengatakan bahwa hawa nafsu itu cenderung membawa kepada keburukan jika hawa nafsu itu membawa pada kebaikan berarti itu adalah petunjuk dari Allah SWT, maka dari itu setiap saat kita harus meminta petunjuk kepada Allah agar terhindar dari hawa nafsu yang jelek. Keempat, lalai terdapat dalam QS. Al A’raf ayat 205 : Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. Seseorang menjadi lalai karena kurang dzikrullah, Maka dari itu kita dianjurkan untuk membaca dzikir pagi dan petang. Jika kita memulai hari kita dengan dzikrullah InsyaAllah Allah akan memberikan semangat dan kesungguhan kita untuk beribadah.

Selanjutnya beliau merujuk pada ( HR. Bukhari ): Setan mengikat tiga tali ikatan di atas tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur, setan mengencangkan ikatan tersebut (sambil berkata): Malam masih panjang maka tidurlah. Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan. Jika kemudian dia berwudhu maka lepaslah tali yang kedua, dan jika ia mendirikan shalat lepaslah satu tali ikatan, dan pada pagi harinya ia akan merasakan semangat dan jiwa yang tentram. Namun bila dia tidak melakukan itu, maka pagi itu jiwanya tidak tentram dan ia merasa malas. Jadi kemalasan itu timbul dari setan dan kita sebagai umat muslim harus mampu mengamalkan sunnah setelah bangun dari tidur agar terhindar dari rasa malas dan dapat merasakan semangat serta jiwa yang tentram.

Maka dari itu janganlah kita sering bersikap malas, karena malas merupakan salah satu sifat dari orang munafik sebagaimana dalam Q.S An-Anisa ayat 142, ” Sesungguhnya orang munafik itu menipu Allah, dan Allah membalas tipuan mereka. Apabila mereka berdiri shalat maka mereka berdiri dengan malas…” .

Dipenghujung acara. Kak Meyda memberikan beberapa tips dan doa untuk mengatasi rasa malas dalam beribadah, diantaranya:

  1. Sadarilah bahwa itu salah
  2. Perbaharui keimanan dan banyak dizkrullah
  3. Berkumpul dengan orang shalih
  4. Atur ritme hidup
  5. Lakukan amal shalih dengan kontinu meskipun sedikit
  6. Dan beribadah sesuai kemampuan.

Untuk mengatasi kemalasan tersebut bisa melalui doa dibawah ini :

“Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan malas, Aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan kikir, Aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan utang dan kezaliman manusia.” ( HR.Bukhari).

Diakhir sesi acara MC mengumumkan pemenang lomba poster yang diikuti oleh berbagai mahasiswa yang sudah sangat antusias selama sesi acara berlangsung. Dan kegiatan tersebut menjadi penutup Acara Webinar GIF tahun ini. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat bagi kami selaku panitia, pengurus BEM HMG FPIPS UPI dan seluruh peserta webinar dari masyarakat umum.

Hidup itu adalah pilihan, pilihan kita untuk menjadi lebih baik atau bahkan menjadi buruk sekalipun, namun ingatlah akan fitrah kita hidup didunia ini, apa yang menjadi tujuan kita, akan menjadi apa kita kedepannya ditentukan dengan pilihan apa yang kita putuskan sekarang. Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaannya sendiri.